SURABAYA,- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (BEM FTIf-ITS) mengadakan pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa baru. Mengambil tema CINEMA (Creative Innovation New Era of Media), mahasiswa baru diharapkan bisa menjadi lebih kritis terhadap perkembangan media di era yang lebih modern saat ini.
Acara pelatihan jurnalistik hari ini merupakan acara lanjutan dari Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang sudah dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari terhitung mulai kemarin (Jumat, 4/4).
Peserta pelatihan adalah mahasiswa baru Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) yang terdiri dari 34 orang dari 2 jurursan. Peserta yng mengikuti pelatihan bukan hanya mahasiswa biasa. Mereka harus bisa memenuhi beberapa syarat agar bisa mengikuti pelatihan ini. Seleksi dari panitia membuat peserta yang terpilih adalah peserta yang memang memenuhi kriteria.
Acara yang dibuka oleh Dekan FTIf ini, melaksanakan materi pertama di Aula Jurusan Sistem Informasi. Pemateri dari BEM-ITS (setingkat lebih tinggi dari BEM-Fakultas), membawakan materi yang sangat mendukung peserta agar bisa mengenal dunia jurnalistik. Mulai dari fotografi, videografi, layout, hingga bagian tulis menulis itu sendiri.
Setelah materi yang pertama, peserta diajak untuk melakukan kunjungan ke Graha Pena, kantor Radar Surabaya, pusat para jurnalis hebat berkumpul untuk membuat berita. Bertolak dari Jurusan Sistem Informasi pukul 16.30, perjalanan terasa cukup panjang karena tehalang oleh macet. Namun, banyak keseruan yang terjadi selama perjalanan. Walaupun tidak semua peserta pelatihan mengetahui rute perjalanan, namun kebersamaam saling membimbing arah adalah kesenangan tersindiri bagi peserta.
Tiba di Graha Pena ketika Adzan Maghrib berkumandang, peserta langsung menuju mushola untuk melakukan ibadah sholat terlebih dahulu. Bertempatkan di lantai 4, kator redaksi adalah tujuan utama dari kunjungan ini. Disambut ramah oleh Pak Fail dan Bu Novi, kami diperlsilahkan menempati meja rapat direksi.
Perkenalan singkat oleh Bu Novi membuka materi ke 2. Bu Novi adalah pimpinan redaksi di Radar Surabaya. Beliau sudah seperti “Ibu” bagi tim redaksi. Dengan gaya keibuan dan agak centil, Bu Novi benar-benar lincah. Gaya biscara yang ceplas-ceplos dan agak cepat menjadi trademark tersendiri.
Pak Fail menenruskan materi dengan testimoni menjadi wartawan. Banyak kejadan lucu dan seru yang sudah beliau alami sebagai pemburu berita. Beliau menuturkan banyak pengalaman hidup yang sangat menarik. Tidak hanya sebagai pemburu berita, beliau juga mmengalami kontradiksi sebagai kepala rumah tangga. Kesalahpahaman sebagai wartawan hiburan membuat istri pak Fail menjadi curiga dan muncul sedikit salah paham.
Pak Fail juga banyak menuturkan mengenai usaha-usaha beliau sebagai wartawan untuk memenuhi fungsi wartawan. Misalnya sebagai social control, beliau berpikiran bahwa wajib halnya bagi wartawan untuk memberitakan apa yang ada sebagai bentuk social control.
Materi ditutup dengan pesan-pesan para wartawan maupun timm redaksi kepada peserta. Selain itu, peserta juga diminta untuk mengimplementasikan hasil dari kunjungan itu.
Acara pelatihan jurnalistik hari ini merupakan acara lanjutan dari Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang sudah dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari terhitung mulai kemarin (Jumat, 4/4).
Peserta pelatihan adalah mahasiswa baru Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) yang terdiri dari 34 orang dari 2 jurursan. Peserta yng mengikuti pelatihan bukan hanya mahasiswa biasa. Mereka harus bisa memenuhi beberapa syarat agar bisa mengikuti pelatihan ini. Seleksi dari panitia membuat peserta yang terpilih adalah peserta yang memang memenuhi kriteria.
Acara yang dibuka oleh Dekan FTIf ini, melaksanakan materi pertama di Aula Jurusan Sistem Informasi. Pemateri dari BEM-ITS (setingkat lebih tinggi dari BEM-Fakultas), membawakan materi yang sangat mendukung peserta agar bisa mengenal dunia jurnalistik. Mulai dari fotografi, videografi, layout, hingga bagian tulis menulis itu sendiri.
Setelah materi yang pertama, peserta diajak untuk melakukan kunjungan ke Graha Pena, kantor Radar Surabaya, pusat para jurnalis hebat berkumpul untuk membuat berita. Bertolak dari Jurusan Sistem Informasi pukul 16.30, perjalanan terasa cukup panjang karena tehalang oleh macet. Namun, banyak keseruan yang terjadi selama perjalanan. Walaupun tidak semua peserta pelatihan mengetahui rute perjalanan, namun kebersamaam saling membimbing arah adalah kesenangan tersindiri bagi peserta.
Tiba di Graha Pena ketika Adzan Maghrib berkumandang, peserta langsung menuju mushola untuk melakukan ibadah sholat terlebih dahulu. Bertempatkan di lantai 4, kator redaksi adalah tujuan utama dari kunjungan ini. Disambut ramah oleh Pak Fail dan Bu Novi, kami diperlsilahkan menempati meja rapat direksi.
Perkenalan singkat oleh Bu Novi membuka materi ke 2. Bu Novi adalah pimpinan redaksi di Radar Surabaya. Beliau sudah seperti “Ibu” bagi tim redaksi. Dengan gaya keibuan dan agak centil, Bu Novi benar-benar lincah. Gaya biscara yang ceplas-ceplos dan agak cepat menjadi trademark tersendiri.
Pak Fail menenruskan materi dengan testimoni menjadi wartawan. Banyak kejadan lucu dan seru yang sudah beliau alami sebagai pemburu berita. Beliau menuturkan banyak pengalaman hidup yang sangat menarik. Tidak hanya sebagai pemburu berita, beliau juga mmengalami kontradiksi sebagai kepala rumah tangga. Kesalahpahaman sebagai wartawan hiburan membuat istri pak Fail menjadi curiga dan muncul sedikit salah paham.
Pak Fail juga banyak menuturkan mengenai usaha-usaha beliau sebagai wartawan untuk memenuhi fungsi wartawan. Misalnya sebagai social control, beliau berpikiran bahwa wajib halnya bagi wartawan untuk memberitakan apa yang ada sebagai bentuk social control.
Materi ditutup dengan pesan-pesan para wartawan maupun timm redaksi kepada peserta. Selain itu, peserta juga diminta untuk mengimplementasikan hasil dari kunjungan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar