SURABAYA,- Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) terus berjalan. Dari serangkaian kegiatan, peserta mengikuti pelatihan hari ke 2 di Jurusan Sistem Informasi kemarin (Sabtu, 5/4). Dengan materi dan pemateriyang tidak kalah luar biasa dengan hari sebelumnya.
Materi yang dibawakan hari ke 2 adalah media-media baru yang ada di jurnalistik dan bagaimana menggunakannya. Materi ini diberikan agar peserta bisa mengerti dan menguasai media-media yang dipakai di jurnalistik. Media baru yang dipakai di jurnalistik berupa fotografi, videografi dan masih banyak lainnya.
“Tidak semua orang bisa menjadi jurnalis...” kata-kata dari Pak Fail (ketua redaksi Radar Surabaya) itu, memecut peserta untuk bisa membuktikan bahwa mungkin tidak semua orang bisa menjadi jurnalis, namun mereka tidak ingin hanya menjadi pengagum karya jurnalis. Oleh karena itu, peserta terus berantusias untuk mengikuti peltihan ini.
Dengan semangat dan antusisasme yang cukup tinggi, maka PJTL hari ke 2 pun dimulai. Dengan raut muka yang segar dan ceria, peserta datang dengan peralatan lengkap dan berpakaian layaknya jurnalis.
Hari ke 2 PJTL diawali dengan review materi PJTD. Banyak dari peserta kesulitan menaggapi pertanyaan pemateri, karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa 2 jurusan peserta PJTL tidak mendapat materi yang sama. Namun perbadaan ini bisa melengkapi dan menyempurnakan PJTL hari itu.
Materi yang sangat banyak membuat peserta terlihat pasif karena tidak ada kegiatan berarti. Namun, selingan simulasi-simulasi ringan mengobati kebosanan perserta. Penulisan dan pembacaan opini serta pengenalan peserta dengan berbagai permainan adalah beberapa permainan.
Materi videografi dan fotografi membuat peserta kembali bergairah. Sajian berupa gambar, film pendek serta video yang sangat bagus memajakan mata peserta. Karena keterbatasan waktu, materi pun berakhir sampai di sini dan akan terus berlanjut ke hari selanjutnya...
Kopi Hitam
Hanya seorang mahasiswa biasa yang belum punya apa-apa untuk dibanggakan.
Sabtu, 05 April 2014
Jumat, 04 April 2014
Pelatihan Jurnalistik di Tengah-Tengah para Jurnalis
SURABAYA,- Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (BEM FTIf-ITS) mengadakan pelatihan jurnalistik untuk mahasiswa baru. Mengambil tema CINEMA (Creative Innovation New Era of Media), mahasiswa baru diharapkan bisa menjadi lebih kritis terhadap perkembangan media di era yang lebih modern saat ini.
Acara pelatihan jurnalistik hari ini merupakan acara lanjutan dari Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang sudah dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari terhitung mulai kemarin (Jumat, 4/4).
Peserta pelatihan adalah mahasiswa baru Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) yang terdiri dari 34 orang dari 2 jurursan. Peserta yng mengikuti pelatihan bukan hanya mahasiswa biasa. Mereka harus bisa memenuhi beberapa syarat agar bisa mengikuti pelatihan ini. Seleksi dari panitia membuat peserta yang terpilih adalah peserta yang memang memenuhi kriteria.
Acara yang dibuka oleh Dekan FTIf ini, melaksanakan materi pertama di Aula Jurusan Sistem Informasi. Pemateri dari BEM-ITS (setingkat lebih tinggi dari BEM-Fakultas), membawakan materi yang sangat mendukung peserta agar bisa mengenal dunia jurnalistik. Mulai dari fotografi, videografi, layout, hingga bagian tulis menulis itu sendiri.
Setelah materi yang pertama, peserta diajak untuk melakukan kunjungan ke Graha Pena, kantor Radar Surabaya, pusat para jurnalis hebat berkumpul untuk membuat berita. Bertolak dari Jurusan Sistem Informasi pukul 16.30, perjalanan terasa cukup panjang karena tehalang oleh macet. Namun, banyak keseruan yang terjadi selama perjalanan. Walaupun tidak semua peserta pelatihan mengetahui rute perjalanan, namun kebersamaam saling membimbing arah adalah kesenangan tersindiri bagi peserta.
Tiba di Graha Pena ketika Adzan Maghrib berkumandang, peserta langsung menuju mushola untuk melakukan ibadah sholat terlebih dahulu. Bertempatkan di lantai 4, kator redaksi adalah tujuan utama dari kunjungan ini. Disambut ramah oleh Pak Fail dan Bu Novi, kami diperlsilahkan menempati meja rapat direksi.
Perkenalan singkat oleh Bu Novi membuka materi ke 2. Bu Novi adalah pimpinan redaksi di Radar Surabaya. Beliau sudah seperti “Ibu” bagi tim redaksi. Dengan gaya keibuan dan agak centil, Bu Novi benar-benar lincah. Gaya biscara yang ceplas-ceplos dan agak cepat menjadi trademark tersendiri.
Pak Fail menenruskan materi dengan testimoni menjadi wartawan. Banyak kejadan lucu dan seru yang sudah beliau alami sebagai pemburu berita. Beliau menuturkan banyak pengalaman hidup yang sangat menarik. Tidak hanya sebagai pemburu berita, beliau juga mmengalami kontradiksi sebagai kepala rumah tangga. Kesalahpahaman sebagai wartawan hiburan membuat istri pak Fail menjadi curiga dan muncul sedikit salah paham.
Pak Fail juga banyak menuturkan mengenai usaha-usaha beliau sebagai wartawan untuk memenuhi fungsi wartawan. Misalnya sebagai social control, beliau berpikiran bahwa wajib halnya bagi wartawan untuk memberitakan apa yang ada sebagai bentuk social control.
Materi ditutup dengan pesan-pesan para wartawan maupun timm redaksi kepada peserta. Selain itu, peserta juga diminta untuk mengimplementasikan hasil dari kunjungan itu.
Acara pelatihan jurnalistik hari ini merupakan acara lanjutan dari Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang sudah dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari terhitung mulai kemarin (Jumat, 4/4).
Peserta pelatihan adalah mahasiswa baru Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) yang terdiri dari 34 orang dari 2 jurursan. Peserta yng mengikuti pelatihan bukan hanya mahasiswa biasa. Mereka harus bisa memenuhi beberapa syarat agar bisa mengikuti pelatihan ini. Seleksi dari panitia membuat peserta yang terpilih adalah peserta yang memang memenuhi kriteria.
Acara yang dibuka oleh Dekan FTIf ini, melaksanakan materi pertama di Aula Jurusan Sistem Informasi. Pemateri dari BEM-ITS (setingkat lebih tinggi dari BEM-Fakultas), membawakan materi yang sangat mendukung peserta agar bisa mengenal dunia jurnalistik. Mulai dari fotografi, videografi, layout, hingga bagian tulis menulis itu sendiri.
Setelah materi yang pertama, peserta diajak untuk melakukan kunjungan ke Graha Pena, kantor Radar Surabaya, pusat para jurnalis hebat berkumpul untuk membuat berita. Bertolak dari Jurusan Sistem Informasi pukul 16.30, perjalanan terasa cukup panjang karena tehalang oleh macet. Namun, banyak keseruan yang terjadi selama perjalanan. Walaupun tidak semua peserta pelatihan mengetahui rute perjalanan, namun kebersamaam saling membimbing arah adalah kesenangan tersindiri bagi peserta.
Tiba di Graha Pena ketika Adzan Maghrib berkumandang, peserta langsung menuju mushola untuk melakukan ibadah sholat terlebih dahulu. Bertempatkan di lantai 4, kator redaksi adalah tujuan utama dari kunjungan ini. Disambut ramah oleh Pak Fail dan Bu Novi, kami diperlsilahkan menempati meja rapat direksi.
Perkenalan singkat oleh Bu Novi membuka materi ke 2. Bu Novi adalah pimpinan redaksi di Radar Surabaya. Beliau sudah seperti “Ibu” bagi tim redaksi. Dengan gaya keibuan dan agak centil, Bu Novi benar-benar lincah. Gaya biscara yang ceplas-ceplos dan agak cepat menjadi trademark tersendiri.
Pak Fail menenruskan materi dengan testimoni menjadi wartawan. Banyak kejadan lucu dan seru yang sudah beliau alami sebagai pemburu berita. Beliau menuturkan banyak pengalaman hidup yang sangat menarik. Tidak hanya sebagai pemburu berita, beliau juga mmengalami kontradiksi sebagai kepala rumah tangga. Kesalahpahaman sebagai wartawan hiburan membuat istri pak Fail menjadi curiga dan muncul sedikit salah paham.
Pak Fail juga banyak menuturkan mengenai usaha-usaha beliau sebagai wartawan untuk memenuhi fungsi wartawan. Misalnya sebagai social control, beliau berpikiran bahwa wajib halnya bagi wartawan untuk memberitakan apa yang ada sebagai bentuk social control.
Materi ditutup dengan pesan-pesan para wartawan maupun timm redaksi kepada peserta. Selain itu, peserta juga diminta untuk mengimplementasikan hasil dari kunjungan itu.
Senin, 23 September 2013
Outdoor Class Activity
Kemarin kami
telah melaksanakan kegiatan kuliah outdoor
pertama kali, yaitu matakuliah
Keterampilan Interpersonal. Sama dengan yang indoor class, hanya saja perbedaannya adalah matkul KI outdoor adalah bentuk sederhana
penerapan konsep yang telah diberi di indoor
class. Jadi secara kasar, matkul KI outdoor
ini adalah praktek dari matkul KI yang indoor.
Saya akan mencoba me-review sedkit
mengenai kegiatan yang telah kami lakukan.
Kegiatan yang dimulai sore hari itu, kami
awalai dengan berdoa terelebih dahulu. Setelah itu kami diberitahu bahwa matkul
KI outdoor ini adalah kegiatan yang mengasah keterampilan interpersonal kami
secara langsung.
Kami
melaksanakan berbagai kegiatan, bisa dibilang permainan, yang sangat
menyenangkan dan berbentuk kelompok. Kami melaksanakan 4 game, yaitu Be My Team, Wis –Wus, nge – Yel dan scavenger hunt.
1. Be My Team
Dalam
permainan ini kami diminta untuk memejamkan mata karena akan dibagi kelompok
dengan acak dengan cara menaruh kertas berupa tulisan di tangan kami. Kemudian
kami diperbolehkan membuka mata dan disuruh untuk melakukan apa yang ada di
kertas itu. Kami diminta untuk mencari kelompok yang memeperagakan expresi yang
sama dengan kami.
2. Wis – Wus
Dalam
permainan ini kami diharuskan berkenlan dengan semua anggota regu. Setalah itu,
kami diberi bola pingpong. Bola itu kami lemparkan kepada salah seorang teman
kami. Sebelum kami lempar, kami harus berkenalan telebih dahulu dan mengucapkan
magical word, berupa kata wuzz. Yang menerima pun harus mengatakan
wiss. Penerima pun harus menyebutkan
menerima bola dari siapa. Begitulah seterusnya.
3. Nge – Yel
Kami diminta
untuk membuat nama dan logo kelompok kami sekreatif mungkin. Setelah jadi, kami
diberi kertas karton untuk menggambar logo kelompok kami. Kemudian, kami harus
membuat yel – yel dan jargon kelompok. Setelah jadi, kami diminta untuk maju ke
panggung dan menyanyikan yel dan jargon kami sekompak mungkin.
4. Scavenger Hunt
Ini adalah
game terakhir, yaitu scavenger hunt.
Game ini mengharuskan kami untuk mencari kenalan dan memcari data berupa nama,
alamat Surabaya, nomor hape dan tanda tangan. Kami minimal harus mendapat 20
data. Saya hanya mendapat 7. Kami diminta untuk meminta dengan baik dan benar.
Ternyata, yang mendapat sedikit lah yang lebih bagus, karena dia meminta secara
baik dan benar. Tidak hanya sekedar menulis.
Sekian review dari saya menenai kegiatan KI outdoor. Tunggu
posting selanjutnya minggu depan. Terimakasih!
Kamis, 12 September 2013
Keterampilan Interpersonal
Saya akan mencoba untuk membagi pengetahuan saya mengenai mata kuliah Keterampilan Interersonal kepada para pembaca. Tapi sebelumnya, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Mohammad Ilham Cholid. Saya berkuliah di ITS dengan NRP (Nomor Registrasi Pendaftaran) 5213100004 jurusan Sistem Informasi.
Awalnya saya bingung untuk menulis apa, tapi saya akan mencoba untuk membagi apa yang sudah saya peroleh dari kuliah di semester pertama saya.
Keterampilan Interpersonal adalah sebuah keterampilan komunikasi face to face atau komunikasi secara langsung. Keterampilan ini bukanlah keterampilan bawaan, maksud saya bukan sepenuhnya bawaan lahir, melainkan keterampilan yang bisa diasah atau dipelajari. Jadi secara umum, setiap orang memang mempunyai keterampilan interpersonal dalam dirinya, melaikan akan kurang efektif apabila tidak diasah atau dipertajam dengan cara berkomuniasi secara intensif dengan orang atau pihak lain.
Keterampilan ini dapat digunakan untuk menarik perhatian dan atau simpati orang lain untuk tujuan pemasaran atau promosi suatu produk. Ketermapilan ini akan sangat berguna bagi kita ketika sudah terjun dalam dunia bisnis dan manajemen. Selain itu, keterampilan ini akan membantu kita dalam dunia pergaulan. Bukan untuk tujuanyang buruk, melainkan untuk menambah teman sebanyak - banyaknya.
Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk melatih keterampilan ini, salah satunya dengan cara memperhatikan orang lain. Sebagian besar orang akan lebih tertarik untuk memperhatikan lawan jenis. Terutama orang yang kita sukai. Nah, inilah yang bisa kita gunakan untuk malatih keterapilan interpersonal kita. Mudah memang untuk mengatakan, tapi kalau kita coba, mungkin akan sedikit canggung bila kita jarang berinteraksi. Untuk itu mualailah berinteraksi untuk melatih keterampilan interpersonal kita masing-masing.
Mungkin cukup sekian dulu penjelasan dari saya. Penjelasan dan trik - trik selanjutnya akan saya posting lagi di lain hari. Terimakasih untuk membaca. Silahkan berkunjung lagi !
Langganan:
Postingan (Atom)
